ingatkah kau bagaimana mengeja : cinta? adalah sesuatu yang selama ini terlalu lama engkau simpan, dalam kabut malam diamdiam. lalu engkau akan tenggelam dalam kelam. ketika kekasih yang kaurindukan tak juga datang di hadapan. mungkin adanya hujan telah menyamarkan, airmata yang meleleh di pipi tak tertahan. dan kembali lagi sebuah tanya akan kaulesatkan : pada bintang di langit. adakah dendam rindu yang di dada menghimpit, berubah menjadi pahit? ah, sudahlah, mungkin beginilah jika rindu bertepuk sebelah
29.5.11
23.5.11
biarkan kabel itu tidur
tengah malam, bulan masih bulat. udara terasa panas, melumerkan segala isi otak. kabel-kabel yang dipaksa terus bekerja, seperti sedang berencana untuk memberontak. tak mau menghubungkan keinginan dan tindakan. diam, beku. segalanya menjadi buntu. aku terdiam, tanpa segala yang seharusnya menjadi milikku. semuanya telah menghilang, di luar kendaliku. adakah aku berarti, tanpa dirimu?
category :
puisi
20.4.11
jeng,
harum bunga kopi ini, mengingatkanku padamu, jeng. kau bilang, kau tak yakin akan bisa melalui semua rintangan ini. kau tak yakin bisa melewati semua penghalang di depan kita. bagaimanapun aku berusaha untuk meyakinkanmu, kau tetap saja kukuh dengan pendirianmu. jeng, sampai kapan?
category :
puisi
lelah
sudah lelah melewati semua perjalanan ini. ketika rantai kegagalan sudah membelenggu langkah kakiku, ketika terali keputus asaan sudah memenjarakan hatiku, ketika topeng kepasrahan sudah membungkam semua teriakku. apakah harus terus kulakukan perjalanan ini? ketika aku hanya bisa mencintai yang tak bisa aku miliki, ketika aku hanya bisa mengharapkan yang tak bisa aku dapatkan. apakah hanya akan aku dapatkan sepatah kata "sia-sia"? ataukah memang aku tak mempunyai teman seperjalanan
category :
puisi
melupakanmu
belajar untuk melupakan
semua yang tentang engkau
tak ingin satupun
tersisa
biarlah, ikut bersama luka yang mengalir
tak ada lagi kenangan
telah tertimbun penat
karena terlampau dalam luka
yang tercipta
karenamu
[Yudhie Yarcho & Thomas More]
semua yang tentang engkau
tak ingin satupun
tersisa
biarlah, ikut bersama luka yang mengalir
tak ada lagi kenangan
telah tertimbun penat
karena terlampau dalam luka
yang tercipta
karenamu
[Yudhie Yarcho & Thomas More]
category :
puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)