semua telah berakhir
ketika sampai pada satu titik 'tuk berhenti
tak bisa berharap banyak
tak bisa berharap lebih
ketika angan tidak tercapai
ketika mimpi tidak tergapai
tak bisa terus
tak bisa laju
angan tetaplah angan yang tak terwujud
mimpi tetaplah mimpi yang tak terjadi
semua telah berakhir,
di sini
30.11.11
selamat datang di duniaku
selamat datang di duniaku
selamat datang di alam pikiranku
tinggal(lah) lebih lama lagi
serta nikmati saja kehangatan dalam kepompong
tiada ulat atau belatung
hanya bunga dan kupu warnawarni
bebaskan dan lepaskan dirimu dari beban tekanan
yang selalu mendesakmu
lalu diamlah,
sebab keheningan adalah
suatu keriuhan yang paling indah untuk didengarkan
setelah semua itu selesai kau nikmati,
kau akan temukan sebuah pintu
ke arah yang lebih baik dari sebelumnya
selamat datang di alam pikiranku
tinggal(lah) lebih lama lagi
serta nikmati saja kehangatan dalam kepompong
tiada ulat atau belatung
hanya bunga dan kupu warnawarni
bebaskan dan lepaskan dirimu dari beban tekanan
yang selalu mendesakmu
lalu diamlah,
sebab keheningan adalah
suatu keriuhan yang paling indah untuk didengarkan
setelah semua itu selesai kau nikmati,
kau akan temukan sebuah pintu
ke arah yang lebih baik dari sebelumnya
category :
puisi
21.8.11
membaca tanda
membaca tanda
kota dengan lampulampu yang padam
sepasang gelandangan dengan mata terpejam
dan kenangan yang lewat pelanpelan
orangorang mendadak gila
televisi menjadi berhala yang mengadu domba
lalu rintik gerimis datang tibatiba
dan aku telah lupa cara untuk berdoa
kota dengan lampulampu yang padam
sepasang gelandangan dengan mata terpejam
dan kenangan yang lewat pelanpelan
orangorang mendadak gila
televisi menjadi berhala yang mengadu domba
lalu rintik gerimis datang tibatiba
dan aku telah lupa cara untuk berdoa
category :
puisi
drupadi
o, inikah kasih yang kaujanjikan
kala kauperlakukan raga lemah ini
sebagai benda untuk kaupertaruhkan
o, inikah cinta yang kauberikan
kala kaubiarkan raga ditelanjangi
lalu para kurawa tertawakan
wahai, ketahuilah
apa yang pantas kuceritakan pada anakcucu nanti
jika para lelaki yang kucintai
tak lagi mampu untuk melindungi
wahai, ingatlah
akan selamanya kubiarkan gerai rambut ini
sampai darah kurawa kudapat nanti
untukku bisa bersuci!
kala kauperlakukan raga lemah ini
sebagai benda untuk kaupertaruhkan
o, inikah cinta yang kauberikan
kala kaubiarkan raga ditelanjangi
lalu para kurawa tertawakan
wahai, ketahuilah
apa yang pantas kuceritakan pada anakcucu nanti
jika para lelaki yang kucintai
tak lagi mampu untuk melindungi
wahai, ingatlah
akan selamanya kubiarkan gerai rambut ini
sampai darah kurawa kudapat nanti
untukku bisa bersuci!
category :
puisi
pagi bertualang
pagi pun bertualang, membawa pergi kabut usang, dan telor setengah matang. mata nyalang, ingatan hilang. pagi amnesia, pada segala. sudah lama kita sapih bulan dan bintang, dan akan segera kita ceraikan matahari. biar hidup tak lagi untuk sembunyi, atau menyembunyikan kekalahan. anakanak berangkat ke sekolah, dan berharap dapat menemukan mimpi mereka di sana. ada di mana mimpi kita, apakah ada di jalan yang sama atau di ruang yang berbeda? pagi masih bertualang, dengan pedang di tangan. apakah ia tahu jalan kembali pulang?
category :
puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)