31.5.14

Sajak yang Kutulis Dini Hari Tadi



seorang kawan datang di kepalaku
membawa sisa tikai masa silam
mengingatkan kembali sebuah kisah
perjalanan yang liku dan panjang

di telingaku terdengar berita
gosip yang dijual murahan
debat soal kuasa dan jabatan
dari para pembesar negara

tepat di dalam lubuk hatiku
ada yang sedang mengalunkan lagu
kidung pemujaan dan penyerahan
seluruh diri kepada yang abadi

dan wajah anakku
ada damai tercipta di sana

3.4.14

Lukisan Seorang Perempuan



pada matanya ada sendu yang sarat
juga kosong pandangan
mungkin sudah demikian lama berkarat
ketika rindu menjadi tak tertahankan

sebut saja namanya Magdalena
wajahnya akan menarik perhatian dengan segera
membawa serangkaian kelebat ingatan
kenangan dari masa entah kapan

dengan latar belakang yang muram
pun warnawarna tak lantas memudar
satu yang tetap tertanam
senyum kecil yang sungguh lekat

tapi sungguh sayang
dia tidak tahu namaku
meski sepanjang waktu aku terpaku
berdiri di hadapannya

23.3.14

Bunga Yang Gugur di Pinggir Kali



tersebab apa
bunga itu harus gugur di pinggir kali
setelah usai berdoa
menghadap Sang Hyang Illahi

aku harus menanggung luka
sedari muda hingga dewasa
lalu akankah terbalaskan
dendam terlampiaskan?

ketika amuk dada tak terkendali
segala amarah meluapkan api
lalu akankah segera berhenti
pusaran karma di tangan ini?

23.3.14

Di Kali Mati



para pejalan datang dan pergi
tinggalkan jejak di kali mati
bulan masih belum purnama kala itu
dan kali pantulkan bayang wajahmu

gemeretak kayu dalam bakaran api
kita serupa bayangbayang
kadang meninggi kadang memanjang
lalu mencoba untuk sembunyi

15.2.14

O!



o!
aku mengerti padamu
lihatlah,
awan bergerak ke timur
matahari ke barat
semua ada sebab
hingga pula ada akibat

15.2.14