Showing posts with label sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak. Show all posts

30.10.25

APA

Apa yang diceritakan hujan ketika menyambutmu datang. 
dari tempat yang jauh menuju dunia yang asing: kepadamu.

Apakah akan segera dengannya menyembuhkan luka yang diderita,
menguapkan kesedihan yang didera.

Apa lagi yang disisakan oleh hujan semalam, 
yang mengaburkan matamu dari memandanginya, 
menggigilkan diri hingga buatmu ingin memeluknya.

Apakah dengan segera akan terhapus bekas isak tangisan, 
akan terurai segala kekuatiran, 
tentang sesuatu yang kau sendiri tidak mempercayainya

Mungkin, harus demikian segala hal menemukan bentuknya, 
dengan segala benturan yang mendahuluinya.

 

ilustrasi: microsoft copilot

 

22.8.25

Adalah Ia

Image by Dani Géza from Pixabay 


ia yang terlelap

    sedang berbincang

    dengan yang

    di dalam dan luar

    diri.


takdir tercatat

    sejak pertama hari 

    didatangkan

    dari hangat

    rengkuhan.


kepada siapa

    ia akan memberi

    makna.

28.4.23

Sebab Ini Tentangmu


Image by Larisa Koshkina from Pixabay


Tak ada yang perlu dicemaskan

selagi embun masih menitik

di ujung daun pagi.


Sebab ini tentangmu

kebaikan yang sempurna

bagai cerah cahaya.


Tak ada yang patut disembunyikan

kebahagiaan telah datang

sinar yang terang.

15.4.23

Aku Benci Segala Hal Yang Kubenci

Image by Gordon Johnson from Pixabay


Aku membenci segala hal yang kubenci, tapi 

walaupun demikian, bukannya tidak ada 

hal yang kusuka.


Aku menyukai segala hal yang kusuka, tapi 

walaupun demikian, bukannya tidak ada 

hal yang kubenci.

9.4.23

Dalam diriku

Image by Anastasiya Babienko from Pixabay 



Dalam diriku; ada gairahmu yang menantang hidup, tegar melintas hadangan di setiap perjalanan, tenang menghalau ombak yang menghantam laju kaki melangkah. kasih yang kauberikan menenangkan setiap datang gejolak, meredam hawa amarah yang kadang melipat logika. 

Dalam diriku; rindumu yang tak pernah lunas terlampiaskan, menggusur arus ketidakyakinan di depan. dan, bersamamu adalah takdir sekalian harapan

1.4.23

Masihkah Kau Mau


Ketika yang tanggal
lebih banyak daripada yang tinggal
masihkah kau mau bersamaku
menunggu tiba jingga senja? 

Ketika bau balsam
menyamarkan tubuhku yang asam
masihkah kau mau menemaniku
menghitung waktu berapa lama? 

: saling mendekap
  dengan tatap yang rabun.

Image by Tumisu from Pixabay


28.3.23

Apa Yang

Gambar oleh Anrita  dari  Pixabay 



apa yang diceritakan hujan ketika menyambutmu datang. 
dari tempat yang jauh menuju dunia yang asing: kepadamu. 

apakah akan segera dengannya menyembuhkan luka yang diderita, 
menguapkan kesedihan yang didera. 

apa lagi yang disisakan oleh hujan semalam, 
yang mengaburkan matamu dari memandanginya, 
menggigilkan diri hingga buatmu ingin memeluknya. 
 
apakah dengan segera akan terhapus bekas isak tangisan, 
akan terurai segala kekuatiran, 
tentang sesuatu yang kau sendiri tidak mempercayainya 

mungkin, harus demikian segala hal menemukan bentuknya, 
dengan segala benturan yang mendahuluinya. 

Oct 21, 2022

22.1.23

Bronis


Kaubuat kue brownies warna hitam

yang terbaik yang pernah kauhasilkan

sewaktu kau angkat ada sisa adonan

yang menempel di permukaan loyang


: sepertiku yang tak pernah bisa jauh darimu


1.3.17

26.12.22

Ringkih


aku ringkih tak bersamamu

dirundung rindu tak berkesudahan

di bawah rindang pohonan

kutuliskan sejuta kata cinta

: untukmu, aku berseru


dengan kelembutan angin

dan kehangatan cahya mentari

segera kukabarkan kepada alam raya

kekasih yang kucari tlah kutemukan

: adamu, menyempurnakanku


02/12/17

15.1.21

TANPAMU

perahu tak bersauh

melaju bebas ke tempat jauh

: tanpamu, mengaduh.


01/01/2021

4.1.21

Barangkali

Barangkali, kita tak pernah

benar saling memiliki,

hanya sekadar saling memeluki

ketika datang sepi.


Barangkali, kita tak pernah

benar saling mengingini

hanya sekadar saling mengangani

ketika tiba sunyi.


01/01/2021


google.com

31.12.20

AKHIR TAHUN

Tak ada petasan dan kembang api

hanya air yang deras menitik dari langit

seperti membasuh setiap luka hati

dan segera dilapangkan dari segala sempit.


[31.12.2020]




30.12.20

Kita Masih Kanakkanak Yang Sama

google.com


Adakah yang berkunjung datang ke kita, selain kenangan yang tersisa? Kita masih kanakkanak yang sama, berpisah tapi tak melupakan bertikai tapi tak melukakan. Adakah yang beranjak pergi dari kita, selain usia yang menua? Kita masih kanakkanak yang sama, maukah bersamaku menunggu senja? [Ngasem, 28/12/2020]

Satu Permintaan

Bagaimana bisa aku menjelaskan perasaan,
semua yang ada adalah tentang kesendirian
dan kehampaan.

Orangorang telah pergi menjauh dari dunia,
yang tertinggal hanyalah kekhawatiran
dan ketakutan.

Tapi ada satu permintaanku padamu:
jangan pernah menghilang dariku,
aku tak bisa tanpamu.

[29/12/2020]

Di Hadapanmu


Di hadapanmu
aku lihat sepertiku
penuh luka menganga
sarat duka nestapa.

Raga yang melayang
tak tentu arah tujuan.

Di hadapanmu
aku rasa sepertiku
keinginan terpendam
kerinduan mendendam.

Jiwa mengembara
tak tahu rimba.

Di hadapanmu
aku pikir sepertiku
melompat keluar jauh
melempar segala keluh.

Hasrat menggelora
tapi ku tak sepertiku.

[Ngasem, 25/12/2020]

29.12.20

Setelah Semua

[toppng.com]

Di persimpangan
: terpisahkan.

Hanya dirimu
yang tak lalat bagiku.

Di kesunyian
: terpendam.

Hanya kepadamu
yang murni cintaku.

Di reramuan
: tersimpan.

Hanya namamu
selalu ada di mantraku.

[Ngasem, 26/12/2020]

Waktu, Kenangan


Detak detik berdentangan
mengusik tenang.

Adalah waktu yang melambatkan
setiap kenangan menggenang
di sepanjang perjalanan
menuju terang.

Deru air mata mendera
mengorek luka.

Adalah waktu yang melumerkan
segala kedukaan singgah
merebah dalam kepasrahan
: istirah.

[Ngasem, 24/12/2020]

28.12.20

Wajan

Kehidupan kami seperti wajan di atas

tungku, panas dan berjelaga.

[Ngasem, 27/12/2020]


google.com


Di Dalam Rumah

Mengapa harus di dalam rumah, takkah kaulihat awan putih di langit memanggilmu, untuk datang dan bercengkrama sembari mengisap cerutu dan aroma kopi?

Burung yang terbang tidak sendirian, dibawa serta segala cerita tentang kepedihan dan kesenangan, untuk kelak digantungkan di dinding ruang, menjadi penanda bahwa hidup tidak melulu hanya tentang ditinggalkan.

Dan pohonpohon hijau dengan indahnya, berbagi kesegaran kepada seluruh semesta, untuk menjadi nafas bagi kebangkitanmu, setelah didera perih yang tak terperikan selama ratusan tahun lamanya.

Kenapa masih di dalam rumah, setiap kehangatan yang tercipta di luar sana adalah berkat untukmu dan orang di sekelilingmu, ambil-raup dan bagikan kepadanya yang selama ini mengisi seluruh ruang di hatimu

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay


25.12.20

Tuhan Suka Menumbuhkan

Gambar oleh Łukasz Siwy dari Pixabay

Setiap hari ada orang yang mati di kota kami. angin subuh membawa warta itu ke seluruh pelosok: ke relungrelung hati, ke ruangruang sunyi, lalu setiap orang akan merabai diri: sedekat apakah jarak maut dengan nadi.

Tapi Tuhan sungguh baik, dia suka menumbuhkan. diberinya kami musim yang bagus untuk menyemai benih: melahirkan bayibayi. hingga kami tak perlu begitu meratapi apa yang telah pergi dari diri.

Dan bungabunga akan terus bermekaran sepanjang hari, menebarkan semua wangi pada tubuhnya untuk dapat dihirupi, meski sebagian ada yang akan pergi untuk menjadi semacam kenangan yang patut disimpan di dalam hati.