Showing posts with label sajak cinta. Show all posts
Showing posts with label sajak cinta. Show all posts

22.8.25

Adalah Ia

Image by Dani Géza from Pixabay 


ia yang terlelap

    sedang berbincang

    dengan yang

    di dalam dan luar

    diri.


takdir tercatat

    sejak pertama hari 

    didatangkan

    dari hangat

    rengkuhan.


kepada siapa

    ia akan memberi

    makna.

28.4.23

Sebab Ini Tentangmu


Image by Larisa Koshkina from Pixabay


Tak ada yang perlu dicemaskan

selagi embun masih menitik

di ujung daun pagi.


Sebab ini tentangmu

kebaikan yang sempurna

bagai cerah cahaya.


Tak ada yang patut disembunyikan

kebahagiaan telah datang

sinar yang terang.

9.4.23

Dalam diriku

Image by Anastasiya Babienko from Pixabay 



Dalam diriku; ada gairahmu yang menantang hidup, tegar melintas hadangan di setiap perjalanan, tenang menghalau ombak yang menghantam laju kaki melangkah. kasih yang kauberikan menenangkan setiap datang gejolak, meredam hawa amarah yang kadang melipat logika. 

Dalam diriku; rindumu yang tak pernah lunas terlampiaskan, menggusur arus ketidakyakinan di depan. dan, bersamamu adalah takdir sekalian harapan

1.4.23

Masihkah Kau Mau


Ketika yang tanggal
lebih banyak daripada yang tinggal
masihkah kau mau bersamaku
menunggu tiba jingga senja? 

Ketika bau balsam
menyamarkan tubuhku yang asam
masihkah kau mau menemaniku
menghitung waktu berapa lama? 

: saling mendekap
  dengan tatap yang rabun.

Image by Tumisu from Pixabay


28.3.23

Apa Yang

Gambar oleh Anrita  dari  Pixabay 



apa yang diceritakan hujan ketika menyambutmu datang. 
dari tempat yang jauh menuju dunia yang asing: kepadamu. 

apakah akan segera dengannya menyembuhkan luka yang diderita, 
menguapkan kesedihan yang didera. 

apa lagi yang disisakan oleh hujan semalam, 
yang mengaburkan matamu dari memandanginya, 
menggigilkan diri hingga buatmu ingin memeluknya. 
 
apakah dengan segera akan terhapus bekas isak tangisan, 
akan terurai segala kekuatiran, 
tentang sesuatu yang kau sendiri tidak mempercayainya 

mungkin, harus demikian segala hal menemukan bentuknya, 
dengan segala benturan yang mendahuluinya. 

Oct 21, 2022

6.3.23

Nafas


ada yang berjejal di dalam ingatan

saling berebut ingin terlampiaskan

di tengah cuaca yang gerah 

beribu keinginan bisa menyulut amarah


meredalah reda segala kesah

segarkan tubuh ini sejenak

lepaskan penat yang tak mau beranjak

lalu lupakan setiap pilu kisah


dan bernafaslah denganku

menjadi satu dirimu


19.11.17

22.1.23

Bronis


Kaubuat kue brownies warna hitam

yang terbaik yang pernah kauhasilkan

sewaktu kau angkat ada sisa adonan

yang menempel di permukaan loyang


: sepertiku yang tak pernah bisa jauh darimu


1.3.17

26.12.22

Ringkih


aku ringkih tak bersamamu

dirundung rindu tak berkesudahan

di bawah rindang pohonan

kutuliskan sejuta kata cinta

: untukmu, aku berseru


dengan kelembutan angin

dan kehangatan cahya mentari

segera kukabarkan kepada alam raya

kekasih yang kucari tlah kutemukan

: adamu, menyempurnakanku


02/12/17

4.1.21

Barangkali

Barangkali, kita tak pernah

benar saling memiliki,

hanya sekadar saling memeluki

ketika datang sepi.


Barangkali, kita tak pernah

benar saling mengingini

hanya sekadar saling mengangani

ketika tiba sunyi.


01/01/2021


google.com

30.12.20

Kita Masih Kanakkanak Yang Sama

google.com


Adakah yang berkunjung datang ke kita, selain kenangan yang tersisa? Kita masih kanakkanak yang sama, berpisah tapi tak melupakan bertikai tapi tak melukakan. Adakah yang beranjak pergi dari kita, selain usia yang menua? Kita masih kanakkanak yang sama, maukah bersamaku menunggu senja? [Ngasem, 28/12/2020]

Satu Permintaan

Bagaimana bisa aku menjelaskan perasaan,
semua yang ada adalah tentang kesendirian
dan kehampaan.

Orangorang telah pergi menjauh dari dunia,
yang tertinggal hanyalah kekhawatiran
dan ketakutan.

Tapi ada satu permintaanku padamu:
jangan pernah menghilang dariku,
aku tak bisa tanpamu.

[29/12/2020]

Di Hadapanmu


Di hadapanmu
aku lihat sepertiku
penuh luka menganga
sarat duka nestapa.

Raga yang melayang
tak tentu arah tujuan.

Di hadapanmu
aku rasa sepertiku
keinginan terpendam
kerinduan mendendam.

Jiwa mengembara
tak tahu rimba.

Di hadapanmu
aku pikir sepertiku
melompat keluar jauh
melempar segala keluh.

Hasrat menggelora
tapi ku tak sepertiku.

[Ngasem, 25/12/2020]

29.12.20

Setelah Semua

[toppng.com]

Di persimpangan
: terpisahkan.

Hanya dirimu
yang tak lalat bagiku.

Di kesunyian
: terpendam.

Hanya kepadamu
yang murni cintaku.

Di reramuan
: tersimpan.

Hanya namamu
selalu ada di mantraku.

[Ngasem, 26/12/2020]

Waktu, Kenangan


Detak detik berdentangan
mengusik tenang.

Adalah waktu yang melambatkan
setiap kenangan menggenang
di sepanjang perjalanan
menuju terang.

Deru air mata mendera
mengorek luka.

Adalah waktu yang melumerkan
segala kedukaan singgah
merebah dalam kepasrahan
: istirah.

[Ngasem, 24/12/2020]

9.8.18

Usai Menonton Teater

tak ada engkau di antara semua
ketika lakon tentangmu usai diperankan
dan rasa rindu yang meringkusnya.

ada rindu yang tak terkirakan
ketika tentangmu semua puisi dituliskan
dan peran yang mesti dimainkan.

Tak Lagi Peduli

tak lagi peduli aku 
pada semua yang mereka omongkan 
karena aku sedang mencoba 
untuk lebih menyayanginya. 

tak lagi peduli aku 
pada semua yang mereka lakukan 
karena aku sedang mencoba 
untuk lebih mencintainya.

dalam setiap nafas hidupku 
hanya satu tertuju selalu di sisinya 
dalam setiap lembar hariku 
hanya satu tertuju selalu bersamanya. 

tak lagi peduli aku 
pada semua yang mereka bicarakan 
karena memang mereka tak tahu 
begitu sangat aku mencintainya

30.12.16

Kepada Siapa

Kepada siapa rindu ini akan sampai
angin kemarau di antara ranting kering
rekah tabah hamburkan debu-debu
di mana segala tanya ini akan usai?

Kepada siapa rindu ini akan sampai
embun pagi bercampur rintik hujan
tanah basah dan kodok sawah
hendak ke mana terbawa risau ini?

Jika hati yang menanti sedang galau
bersegera mencari tempat bernaung
dari segala goda dia berlindung
menunggu kekasih datang menyanjung

5.12.16

Membaca Peta di Tubuhmu



berulang kali kulalui jalan yang sama
semak perdu dan belukar di pematang
serta onak duri yang menghadang

mencoba merengkuhmu adalah ujian
bagi setiap kesabaran yang kauletakkan
di sisi-sisi jalan yang ada di hadapan

namun tak pernah selesai ini perjalanan
mungkin kaulupa atau memang sengaja
tak meninggalkan isyarat atau tanda-tanda

: untuk bisa kubaca

24.11.16

Bougenville

bougenville merah jambu
di teras rumah ibu
ada semburat sendu

hujan yang lama tak datang
membawa anganangan terbang
masa silam jauh melayang

kicau burung di dahan randu
semilir angin bertiup lalu
lantunan nadanada syahdu

mungkin demikianlah rindu
tak perlu kata dan bujuk rayu
cukup kau dan aku saja yang tahu

16.11.16

Dekap

selalu saja ada yang tersisa
di antara lelap dan senyap

: percakapan kecil tanpa kata