6.9.13
Kota Yang Tak Diam
aku melihat kota yang tak pernah diam, di tubuhmu kelok jalan dan macet lampu merah, adalah kejadian yang selalu kau tuai di saban pagi, lalu burung kecil itu hinggap di dahan pepohon peneduh, yang berbaris rapi di atas trotoar yang padat dengan gerobak dan kios pedagang, yang akan makin menyesakkan pandang mata
kemudian anakanak kecil berangkat ke sekolah untuk memulai mimpi, di tengah hardik dan kutukan yang keluar dari mulut televisi, yang selalu menyala hidup lebih dari dua-empat jam sehari, mungkin sejenak akan membuai dan membawa kau terbang semakin tinggi, seperti harga kedele yang tak lagi bisa dijangkau oleh tangan kecil, yang tak sempat lagi memunguti remahremah roti sisa pesta di istana negara
dan ketika malam tiba, kota akan menjadi terang benderang melebihi siang, dengan lampulampu suar di puncak menara dan gedung bertingkat, seakan lupa betapa singkat waktu yang mesti dilewatkan, entah apakah dengannya kau akan sanggup menyangga tubuhmu sendiri
6.9.13
3.9.13
Di Sebuah Kuburan
aku melihat nisan-nisan berjajar
tampak rapi seperti sedang berbaris
menunggu panggilan untuk menghadap
dan menerima hasil penghitungan
nisan-nisan yang tampak sama
tiada beda orang terkenal atau biasa
menunggu dalam diam dan ragu
bagaimana dengan nilai hidupmu
3.9.13
2.9.13
Kolase
Barangkali pagi yang datang kali ini, tidak seperti pada waktu-waktu yang
lain. Ia datang mengetuk pintu, dan memaksamu untuk membukanya sekalian
jendela. Lalu di sana akan kau dapati kelebatan kenangan masa kecil, yang
selalu tersimpan rapi di dalam ingatanmu.
Tukang foto keliling yang datang dengan tas dicangklongkan di pundaknya,
hendak mengabadikan kecemasan yang muncul di wajahmu, sesaat setelah dukun
sunat itu beringsut pergi meninggalkanmu, menjadikanmu dewasa dengan memotong
sedikit daging dan kulitmu.
Kemudian tanpa sepengetahuanmu televisi telah merenggutmu, dengan lagu
yang mendayu-dayu di telinga, dan diam-diam menggadaikan usiamu.
31.8.13
Dari Menara
Bola matamu bening
memandang luas dunia
nyanyianmu nyaring
menceriakan semua
Dari puncak menara
kaukabarkan suka cita
keharuman baumu
meruap ke segala penjuru
31.8.13
Subscribe to:
Posts (Atom)