16.10.13

Memanggil Angin


siapa yang bersiul di hari siang
di tengah padang ilalang
terik mentari di atas kepala
tak terhitung lagi betapa dahaga

layanglayangku tak terbang
tak ada angin yang datang
hanya debu kapur mengusik mata
dari mesin keruk di gunung sana

tetaplah kaupanggil angin gembalaku
lalu terbangkan layanglayangku
dan basuhlah semua perih kusam
sebelum hujan memadamkan dendam

13.10.13

No comments:

Post a Comment