18.9.15

ti3a



Hannibal masih asyik mengutak-atik komputernya. Sudah seminggu ini dia meng-hack website sebuah perusahaan operator telepon seluler terbesar di negara ini. Sebagai hacker yang sudah cukup lama malang melintang di dunia bawah tanah, pekerjaan ini sebenarnya bukanlah pekerjaan yang sulit. Tapi tidak tahu kenapa, mungkin karena perusahaan itu sudah memperkerjakan seorang hacker untuk memproteksi website mereka. Seperti yang Hannibal tahu, sekarang ini banyak perusahaan-perusahaan besar yang menghire seorang hacker untuk menjaga keamanan website juga data-data perusahaan mereka.

Beberapa waktu yang lalu, ia sukses membobol website sebuah departemen pemerintah hanya dalam waktu kurang dari 24 jam dan tidak terlacak. Setelah sukses  mengacak-acak, ia lalu meninggalkan sebuah tulisan berupa pesan moral yang ditujukan kepada penguasa negeri ini.

Biasanya Hannibal meng-hack sebuah website hanya untuk bersenang-senang saja. Tapi kali ini berbeda. Setelah berdiskusi dengan teman-temannya, ia bermaksud untuk meminta uang tebusan dari perusahaan pemilik website yang berhasil ia bobol datanya.

Setelah beberapa kali gagal mencoba, pada usahanya yang ke 5 ini dia berhasil menyadap data dan rencana-rencana perusahaan itu untuk 5 tahun ke depan. Data-data yang telah berhasil diperoleh tersebut kemudian didownload lalu disimpan di emailnya dan di 2 buah CD.

CD pertama ia sembunyikan di dalam pigura foto kekasihnya, Izabel. Sedangkan CD kedua, rencananya akan ia serahkan nanti ketika deal transaksi dengan perusahaan tersebut sudah mencapai kesepakatan. Ia berencana untuk minta tebusan sebesar 100 juta. Dan rencananya pula CD ini nanti akan ia serahkan di depan Disc Tarra Plaza Simpang Lima besok malam jam 9 tepat.

^^

Izabel dan Gazal duduk berdua di apartemen Izabel. Dengan ditemani sebotol Jack Daniels dan alunan suara Frank Sinatra di latar belakang. Pada mulanya mereka hanya membahas rencana-rencana yang akan mereka lakukan. Juga rencana Hannibal untuk bertransaksi dengan sebuah perusahaan yang telah berhasil ia bobol websitenya.

Sebenarnya Izabel tidak setuju dengan apa yang akan dilakukan Hannibal. Ia khawatir akan terjadi apa-apa dengan kekasihnya itu, karena ini adalah pertama kalinya Hannibal bermain sendiri. Biasanya setiap kali transaksi, mereka selalu menggunakan kurir, jadi mereka tidak pernah terlibat secara langsung. Sedangkan kali ini, Hannibal memilih melakukannya seorang diri.

Tapi Gazal mendukung rencana Hannibal, karena uang yang akan diperoleh jumlahnya cukup besar jika transaksi ini sukses. Perdebatan antara Izabel dan Gazal pun berlangsung beberapa lama.

Entah siapa yang lebih dulu memulai. Mereka lalu saling menatap, kemudian saling berciuman, kemudian saling meraba, kemudian saling meremas. Kemudian tubuh mereka berdua menyatu. Menjadi satu. Seirama. Senada. Kemudian mereka melakukan gerakan-gerakan berirama. Ritmis. Seperti sepasang balerina yang sedang menari. Hingga akhirnya adegan  diakhiri dengan teriakan kecil Izabel, ketika orgasme menyentuhnya.

Izabel bergegas pergi. Ia teringat untuk menemani Hannibal melakukan transaksi malam ini. Ia tak ingin membiarkan Hannibal melewatkan kesempatan besar itu tanpa ada yang menemani. Ia takut terjadi sesuatu dengan Hannibal.

Beberapa kali Izabel mencoba menghubungi ponsel Hannibal, tapi tak satupun berhasil connect. Ia tahu, mungkin Hannibal sudah mengganti nomornya. Seperti yang biasa mereka lakukan, setiap kali melakukan transaksi mereka akan selalu menggunakan nomor baru. Ini semua mereka lakukan dengan tujuan agar identitas mereka tetap tersembunyi dan sulit terlacak oleh pihak-pihak lain.

^^

Lampu ini menyala begitu terang. Menyilaukan mata. Aku tak tahu aku berada dimana. Yang aku lihat hanya ruangan serba putih dengan lampu yang menyala menyilaukan mata. Dan ada selang infus di tanganku. Juga tabung oksigen.

“Dimana aku?”.    
“Kamu di Rumah Sakit”, jawab seorang perempuan, yang ternyata adalah Izabel.
“Mana uangnya? Trus, kenapa aku bisa ada disini?”.
“Uang apa? Kamu kutemukan tergeletak pingsan di sebuah gudang yang sudah tidak terpakai di Pelabuhan, semalam”.
“Tubuhmu penuh luka dan memar-memar”.

Perlahan-lahan aku teringat. Setelah bertemu dengan orang dari perusahaan itu, kami lalu sepakat untuk bertransaksi di McD. Kemudian kami memesan minuman. Setelah kelar, aku  terus diajak pergi. Kami naik mobil.  Ternyata di dalam mobil, sudah menunggu 2 orang lagi. Dan setelah itu, aku tidak ingat apa-apa lagi.

Izabel kemudian bercerita. Ia menyusulku ke Disc Tarra, tapi tak menemuiku di sana. Setelah berkeliling mencari-cari, akhirnya ia melihatku naik mobil bersama seseorang. Ia kemudian mengikuti mobil itu. Mobil itu kemudian menuju ke daerah pelabuhan. Setelah menunggu beberapa lama, mobil itu keluar dari pelabuhan. Izabel kemudian masuk dan mencariku. Ia menemukanku di sebuah gudang, dalam keadaan pingsan dan tubuh penuh luka.

“CD itu pasti sudah dibawa mereka?”, tanyaku lagi.
“Mungkin. Aku tidak menemukan apa-apa lagi di sana.”.
“Sial! But, that’s ok. CD itu hanya berisi separuh saja dari semua data yang berhasil kuperoleh kemarin. Sisanya masih kusimpan”.
“Tapi, berjanjilah untuk lebih berhati-hati lagi”.
“Ya”.

^^

Surat kabar pagi ini dihebohkan dengan berita tentang 3 orang pasien Rumah Sakit Jiwa kelas I di Semarang yang telah melarikan diri. Ketiga orang pasien tersebut sering mengidentifikasikan diri mereka sebagai Hannibal (seorang hacker dan ahli komputer), Izabel (seorang model dan artis) dan Gazal (seorang anggota Dinas Rahasia).

Ketiganya adalah tersangka yang terlibat dalam kasus penghinaan terhadap simbol-simbol negara dan dianggap membahayakan keselamatan negara. Dalam kasus tersebut, ketiganya dinyatakan terbukti bersalah dan secara meyakinkan telah melakukan kegiatan seperti yang telah dituduhkan.

Tapi dalam sidang lanjutan yang berlangsung cukup lama, sekitar 6 bulan, pengacara ketiga orang tersebut berhasil meyakinkan dan membuktikan pada pengadilan bahwa ketiga orang tersebut "tidak layak secara mental" untuk melakukan semua kegiatan yang dituduhkan. Kemudian pengadilan mengambil keputusan, ketiganya dinyatakan "tidak waras" dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa untuk menjalani perawatan serta pemulihan mental sebelum kasus itu dilanjutkan kembali. Dan semuanya atas tanggungan negara.[]


**dead!**

[2006]

No comments:

Post a Comment