15.4.19

Kesempatan

Apakah selamanya hijaunya gunung nun jauh di sana akan dapat kaunikmati indahnya? Apakah selamanya beningnya embun di pucuk daun akan dapat kaunikmati sejuknya? Mungkin pernah terlintas di kepala bahwa apa yang ada di depan mata akan menjadi milik kita selamanya. Mungkin pernah tersirat di lelaku bahwa apa yang ada di keseharian akan menjadi hak kita selamanya.

Udara segar, air bersih, cuaca cerah, hangat sinar matahari, berita bahagia, kabar baik, kicau burung, nyanyi jengkerik, tawa kanak, dongeng riwayat, serta masih banyak hal lagi yang patut kita simpan dan kenangkan. Akankah selamanya itu ada?

Apakah selamanya kesempatan yang sudah diberikan seluasnya akan dapat kauhikmati?

6/1/18

13.2.19

Barangkali: Variasi

Barangkali karena terlalu bising
abjadabjad berloncatan
jungkir balik berakrobat
tidak membentuk kata
tidak menyusun kalimat
tidak memberikan makna.

Barangkali karena terlalu sedih
bungabunga enggan didekati lebah
terlalu parah luka hati diderita
tak pernah lagi membuka pintu
tak pernah lagi mengecup embun
tak pernah lagi menghias diri.

Dan karena beberapa sebab
barangkali ini bukanlah puisi.

4/1/18

12.2.19

Omong Kosong

ada yang mendesak
ingin dikeluarkan segera dari otak
yang sudah panas 
terlalu lama menyimpan ampas 
memutar omong
yang berbunyi kosong 
lalu menyembunyikannya
di kolong meja 
seperti gerombolan para pengecut 
yang mengkeret takut 
melihat moncong senjata 
yang mencari mereka 
setelah mulutnya 
nyerocos tak tertata 
lontaran katakata 
umpatan dan prasangka 
tentang tingkah penguasa 
paling agung dan bijaksana 
meski suka menginjak
membuat muak
lantas bagaimana dengan 
anakanak yang dilahirkan 
menanggung hutang negara 
yang sampai habis usia 
baru bisa dilunaskan 
entah dengan apa 
nanti dibayarkan.

6.1.19

9.8.18

Usai Menonton Teater

tak ada engkau di antara semua
ketika lakon tentangmu usai diperankan
dan rasa rindu yang meringkusnya.

ada rindu yang tak terkirakan
ketika tentangmu semua puisi dituliskan
dan peran yang mesti dimainkan.

Tak Lagi Peduli

tak lagi peduli aku 
pada semua yang mereka omongkan 
karena aku sedang mencoba 
untuk lebih menyayanginya. 

tak lagi peduli aku 
pada semua yang mereka lakukan 
karena aku sedang mencoba 
untuk lebih mencintainya.

dalam setiap nafas hidupku 
hanya satu tertuju selalu di sisinya 
dalam setiap lembar hariku 
hanya satu tertuju selalu bersamanya. 

tak lagi peduli aku 
pada semua yang mereka bicarakan 
karena memang mereka tak tahu 
begitu sangat aku mencintainya