31.10.16

Apakah Itu Kamu, Sayangku?

menghadap matahari dari balik jendela kamar, dan bau obat [anti] nyamuk bakar yang semalaman memenuhi rongga paruparu. sisasisa embun masih terlihat di rerumput dan permukaan daun, juga terdengar kicau emprit dan burung lain bersahutan. udara pagi yang masuk melalui kisi jendela cukup menyegarkanku, sedangkan kepalaku agak sedikit pusing sebab terbangunkan karena ada suara yang memanggil dalam mimpiku. apakah itu kamu, sayangku?

30.10.16

Kesunyian

kesunyian ini membuatku takut
seperti akan kehilanganmu
di dalam saat-saat yang kalut
hanya denganmu bisa menenangkanku

dalam cermin kadang kulihat dirimu
tersenyum manis dan merayu
selalu kucoba untuk memelukmu
namun waktu tak pernah berpihak padaku

akan kepada siapa kusampaikan
rasa rindu yang menyesakkan dada
meski hanya bayangmu di pelukan
di sedikit masa dan kesempatan yang tersisa

9.12

28.10.16

Kekalahan

kadang aku harus memikirkan kekalahankekalahan yang
pernah kuterima, lalu menyimpannya dalam wadah kaca

agar kelak ketika nafas masih tersisa, aku dapat dengan leluasa
mengenangkannya

kemudian dengan segenap kekuatan yang ada, akan kubawa
berlari pedih perih semua

dan kusampaikan kepada engkau di sana, bahwa keadaan ini
mesti dikabarkan

tak ada lagi waktu untuk mengaduh, atau menciptakan
lariklarik kata penuh keluh

biar semua segera berlalu, seperti sang bayu menghempaskan
debu

18.4.16

25.10.16

Sejak


sejak kapan hujan diciptakan
lalu menjadi semacam kelambu
agar air mata yang diteteskan
tiada orang lain yang tahu

26.1

23.10.16

Asap

bayibayi bertumbangan
menghirup pekat asap
dari hutan yang dibakar
: api ketamakan

dan kami masih sibuk menghitung musim
berapa lama lagi pemakaman ini?

26.1